YOU ~ *four

Another maknae couple random story ~

Starring :

Kyuhyun (Super Junior) — Seohyun (SNSD)

Sooyoung (SNSD), Super Junior

~^^~

“Kukira kau benar-benar tidak menyukaiku,” Seohyun mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Ah, masa? Tidak juga,” jawab Seohyun, tersenyum. Aneh, sering sekali ia tersenyum hari ini? Bukankah tadinya ini adalah hari buruknya? Bukankah tadinya ia benci dengan orang macam Kyuhyun? Tapi…

“Tidak? Kalau begitu, apa alasanmu bersikap dingin padaku?” tanya Kyuhyun, to the point.

Deg! Akhirnya pertanyaan ini terdengar juga oleh Seohyun. Mulutnya mendadak terkunci, dan dadanya terasa sakit.

“Ah, sebenarnya untuk apa juga aku bertanya. Maafkan aku, aku memang tidak berhak tahu,” kata Kyuhyun segera, menyadari perubahan pada diri  Seohyun.

“Mungkin karena…dia.”

Kyuhyun terlihat terkejut, sepertinya tak menyangka Seohyun akan menjawab pertanyaanya.

“Ah,” Seohyun tersenyum lagi, tapi kali ini terkesan berbeda. “Sebenarnya ini tidak penting, lupakan saja.”

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak keberatan mendengar ceritamu, bila kau tidak keberatan menceritakannya.”

Seohyun diam sebentar. Ia masih ragu, apakah dia harus cerita? Yang tahu masalah ini hanya Sooyoung, tapi entahlah…Sesuatu dalam diri Seohyun juga memaksanya untuk menceritakan rahasianya pada Kyuhyun.

“Dia meninggalkanku karena dunia keartisan yang harus dijalaninya. Tiga hari kemudian aku melihat dia dan wanita lain yang juga artis  seperti dia di TV, mengaku pada media kalau mereka telah bersama. Dan aku…” Seohyun menghentikan kalimatnya. Menceritakan ini seperti membuka lubang di hatinya yang selama ini berusaha ditutupinya.

“Kau terluka dan sejak itu kau menganggap bahwa kami semua sama saja?”

Seohyun terdiam. Apa yang dikatakan Kyuhyun tidak salah. Seperti itulah dirinya sekarang, menganggap semua idol adalah orang yang tidak berperasaan. Konyol mungkin, tapi Seohyun benar-benar terluka saat itu.

“Kalau begitu, aku lega sekarang.” Perkataan Kyuhyun membuat Seohyun heran, ia tidak mengerti.

“Lega karena tidak ada lagi alasan bagimu menjauhiku dan membenciku.”

“Apa maksudmu?”

“Yang ada di hadapanmu bukanlah artis, atau seseorang yang kaukatakan begitu. Karena aku hanyalah seorang Cho Kyuhyun.”

Kata-kata sederhana, tapi cukup membuat jantung Seohyun berdegup lebih cepat dua kali lipat. Seohyun mengakui, ia sering melihat senyuman yang lebih indah dari senyuman Kyuhyun saat mengucapkan kalimat tadi, tapi Seohyun menyukai senyuman yang satu itu. Sangat menyukainya.

“Oh ya, kudengar di sini ada toko game yang lengkap. Apa aku mau menemaniku?” Pertanyaan Kyu membuyarkan pikiran Seohyun. Ia berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah.”

~^^~

Toko game ini tidak terlalu membosankan seperti yang ada dalam bayangan Seohyun. Pikirannya berubah setelah melihat segelantung mainan Keroro, kodok anime kesukannya. Ia sendiri juga kaget, ternyata toko game ini sesuai dengan apa yang dikatakan Kyuhyun. Lengkap dengan peralatannya, kaset gamenya, dan juga berbagai macam mainan yang berhubungan dengan game-game tersebut. Beruntung sekali, ada Keroro di sini. Mainan-mainan itu membuat Seohyun gemas ingin membeli, tapi niat itu segera diurungkannya, mengingat dompenya yang tertinggal. Mungkin lain kali ia akan kembali ke sini dan langsung memborong semua mainan-mainan ini.

“Maaf membuatmu lama menunggu,” Kyuhyun mengagetkannya. Sepertinya pria itu sudah menemukan apa yang dicarinya.”Mau pergi sekarang?”

Dengan berat hati Seohyun mengangguk. Ia masih belum puas melihat mainan-mainan lucu ini, tapi untuk apa juga ia terus di sini. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Jadi, mau ke mana kita sekarang? Sekarang masih jam 3 kurang, masih ada waktu sebelum aku ada janji dengan Hyung,” kata Kyuhyun setelah keluar dari toko dengan membawa plastik belanja kecil. Ekspresi Seohyun berubah terkejut dan sedetik kemudian berubah cemas.

“Apa? Jam berapa, katamu?” tanya Seohyun was-was.

“Eh…Tiga ku…”

“Gawat, aku lupa aku harus mengajar piano hari ini!!”

~^^~

Kyuhyun jarang mengemudikan motornya secepat ini. Biasanya semua orang yang duduk di belakang kursi motornya tidak akan mengizinkannya mengemudi secepat ini, tapi kali ini lain. Ia justru dipaksa oleh keadaan untuk melajukan motornya secepat ini. Ia percaya, Seohyun bahkan tidak sedetik pun berani membukan matanya. Tapi Seohyun tidak bisa protes, karena jika tidak begini ia akan benar-benar terlambat pergi ke tujuannya. Untung saja hari ini Kyuhyun membawa motor milik manajer yang dipinjamnya.

Jam tangan Kyuhyun menunjukkan pukul 3 lebih 3 menit saat mereka sampai.

“Maafkan aku, ternyata kita tetap terlambat 3 menit,” Kyuhyun memohon maaf pada Seohyun. Padahal tadi ia sudah berjanji sebisa mungkin tidak akan membuat Seohyun terlambat.

“Kenapa minta maaf?” tanya Seohyun. Ia turun dengan sedikit tergesa-gesa dan melepas helm milik Kyu lalu mengembalikannya. “Justru aku yang minta maaf telah merepotkanku.”

“Tidak apa-apa. Sekarang cepatlah masuk, sebelum kau terlambat lebih lama lagi.”

Seohyun mengangguk mendengar ucapan Kyu. Ia segera berbalik, berlari kecil menuju pintu rumah beberapa meter di depan mereka. Sebelum membuka pintu, tiba-tiba Seohyun berbalik.

“Ah,” ia ragu sebentar. “Terima kasih, kau benar-benar penyelamatku hari ini.”

Seohyun tersenyum. Nada bicaranya terdengar benar-benar tulus. Kyuhyun terdiam melihatnya.

“Kau harus hati-hati, tidak boleh ngebut seperti tadi!” kata Seohyun sebelum masuk ke dalam rumah tersebut.

Kyuhyun tersenyum. “Sama-sama,” bisiknya, walaupun tahu Seohyun tak mungkin lagi mendengar suaranya. Masih ada waktu beberapa jam sebelum janjinya dengan para Hyungnya, dan Kyuhyun tahu ke mana lagi ia harus melajukan motornya.

~^^~

“Kenapa kau, cerah sekali hari ini?” tanya Sooyoung, merasakan ada yang aneh dengan adiknya hari ini.

Seohyun menggeleng pelan. “Benarkah? Aku merasa biasa saja. Memang hari ini aku kenapa?”

“Kau aneh hari ini. Kau meninggalkan dompetmu di rumah, dan kau malah terlihat bahagia seperti ini.” Sooyoung mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya, dompet Seohyun.

“Ah, dompetku! Untung saja tidak hilang. Terima kasih, Unnie.” Seohyun mengulurkan tangannya, meminta Sooyoung mengembalikannya.

“Tidak sebelum kau menceritkan apa yang terjadi hari ini. Kau sudah membuatku khawatir, Hyunnie. Bahkan handphone-mu saja susah sekali dihubungi,” Sooyoung berkata sambil menarik tangannya yang memegang dompet ke belakang tubuhnya, menyembunyikannya dari Seohyun.

Seohyun menarik nafas, menyerah. “Baiklah. Hari ini aku bertemu dengan seseorang…”

“Siapa?” potong Sooyoung langsung sebelum Seohyun menyelesaikan kalimatnya. Sesuai dugaan Seohyun, Sooyoung terlihat sangat antusias.

“Hmm, Kyuhyun.”

Sooyoung terdiam sedetik, mencerna perkataan Seohyun. “Kyuhyun? Maksudmu…Super Junior Kyuhyun?”

Seohyun mengangguk pelan. Tidak usah ditanya, setelah itu Sooyoung langsung heboh dan meminta Seohyun bercerita secara detil padanya. Dan sepertinya memang percuma bila Seohyun terus menghindar, karena Sooyoung tidak akan semudah itu menyerah.

Biarlah ia menyenangkan Sooyoung sedikit. Toh hari ini ia sudah cukup senang. Yah, sedikit banyak ini berkat Kyuhyun.

Apalagi Kyuhyun telah berhasil mengubah pandangan Seohyun terhadap dirinya.

~^^~

“Ya, ada apa denganmu? Kuperhatikan dari tadi senyum-senyum sendiri.” Ryeowook memperhatikan dongsaengnya yang hari ini aneh. Pulang dari makan bersama, Ryeowook mampir sebentar ke kamar Kyuhyun. Sudah lama juga mereka tidak mengobrol.

“Benarkah? Bukankah bagus seperti ini?” jawaban Kyu segera disambut anggukan dari Ryeowook.

“Hah? Apa in…”

“Huaaa, bukan apa-apa!”

Belum sempat Ryeowook melihat isi kantong yang tadi tergeletak di ranjang Kyu, si magnae sudah mengambilnya.

“Ini hanya kaset game yang baru kubeli. Kau tidak akan tertarik,” Kyuhyun segera mencari alasan agar Ryeowook tidak curiga.

“Kaset game? Tapi kurasa kantongnya agak terlalu lucu untuk itu,” jawab Ryeowook, berpikir. Mukanya terlihat polos.

“Eh, ya tentu. Kata pemilik toko kantong mereka habis jadi terpaksa pakai ini,” Kyuhyun mencari alasan sebisanya.

“Oh…”

Kyuhyun menarik nafas lega. Untung saja Ryeowook tidak menanyainya yang macam-macam. Kalau tidak, bisa gawat.

“Bagaimana harimu? Menyenangkan?” tanya Ryeowook memulai pembicaraan baru.

Kyuhyun mengangguk. “Yap!”

“Sudah terlihat, sebenarnya. Oh ya, aku akan berduet bersama Beige. Bagaimana menurumu?”

“Wow, itu keren!”

“Hmm, apa menurutmu dia manis?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun mengangguk. Tapi masih ada yang lebih manis, batinnya.

Seohyun, lagi-lagi gadis itu yang berada di pikirannya. Ya, harus Kyuhyun akui berjalan bersama Seohyun membuatnya merasa berbeda. Seohyun telah membuat harinya menyenangkan hari ini. Entahlah…Sebenarnya apa yang dirasakan Kyu terhadapnya?

“Ya! Berhenti senyum-senyum seperti itu dan dengarkan ceritaku!”

Lamunan Kyu buyar seketika berkat Ryeowook. Mungkin ia harus mendengarkan Wookie dulu saat ini. Huff.

~^^~

Akhirnya ide ini ff keluar juga *jumps

lagi-lagi aku mau minta maaf kalo rada ngaco/ga nyambung/ jelek/ dll dkk dsb. minggu depan aku ulum nih, makanya ceritanya mau melepas kepenatan lewat ff hahahahaa…

Moga’ deh part selanjutnya lebih bagus lagi >,< wkwkwkwk

Well…feedback, please??

Advertisements

11 responses »

  1. whuua~~udah ada part 3nya!! Mian, baru komen 😀 serruu!! ayo buat lagi part selanjutnya part 5~~ dua-duanya udah luluh hatinya (?)

    • hehehehee =)
      gapapa kok telat, yang penting udah baca dan komen ^^
      makasih yaaa!
      iyaa, tungguin ya.. ini udah mau kelar lanjutannya. semoga bisa cepet deh >,< hehehhee

  2. Wahhh seru seru chingu ken aq br nemuin ini blog jd aq br bc and comen btw kok next partnya blm jg Ada ya?
    Btw gomawo chingu aq hrp msh bisa berlanjut cz aq sk ceritanya and yg terpenting itu SeoKyu hehehe…

    • halo hana. thankyou udah mau baca dan komen ^^
      iya nih, udah lama aku gak lanjutin yang ini. sebentar aku lanjutin yah.
      wah sama dong seokyu juga OTP aku hahaha.
      sekali lagi makasih dan tungguin yah! kamsahamnida ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s