The Choi [2]

They are rich, they are attractive, they are tall, they are siblings =)

Starring :

Siwon (Super Junior) — Sooyoung (SNSD) — Minho (SHINee) — Sulli (f(x))

When the perfect, the cheerful, the charismatic, and the cutie all together in one.

~^^~

Suasana coffee bar sore itu tidak terlalu ramai. Sepertinya itu tidak aneh, karena orang yang rela setumpuk uangnya ditukar dengan makanan di sini juga tidak banyak. Tentu saja jika setumpuk uang itu ternyata cukup untuk membeli makanan dengan harga normal selama tiga hari.

Tapi sepertinya kata ‘tidak rela’ itu tidak pernah terpikir untuk pria yang baru saja terlihat memasuki pintu masuk bar. Bahkan tanpa melihat merek pakaian yang sedang dipakainya pun, dari wajah dan kharismanya telah terlihat kalau dia adalah orang yang mampu membeli semua yang ada di sini hanya dengan satu jentikkan jarinya.

Dengan tenang pria tersebut mengedarkan pandangannya, memperhatikan para pengunjung yang sedang menikmati hidangan ditemani oleh lantunan lagu jazz yang membuat suasana bar terasa semakin nyaman.

“Choi Siwon!”

Mendengar namanya dipanggil, pria tersebut mendongak ke sumber suara. Raut wajahnya berubah puas, seperti menemukan apa yang memang sedang dicarinya sejak tadi.

“Ya, kenapa lama sekali?” semprot salah seorang dari kawanan pemuda yang sedari tadi duduk di sana. Lee Hyukjae, anak rekan kerja ayah Siwon yang juga sama sepertinya. Tampan, punya daya tarik, dan tentu saja kaya raya.

Siwon langsung duduk di kursi kosong di sebelah Kim Jongwoon, teman mainnya yang lain yang merupakan pewaris hotel bintang lima yang terkenal di Korea. Di antara teman main Siwon, dialah yang paling tanpa ekspresi dan cenderung pendiam.

“Ada sedikit masalah barusan,” jawab Siwon enteng sambil menyeruput minuman hangatnya yang telah dipesankan lebih dulu oleh teman-temannya. Mereka sudah hafal minuman kesukaan Siwon rupanya, kopi El Injerto.

“Masalah apa? Dengan adikmu lagi?” tanya seseorang yang juga ada di sana sejak tadi. Kim Heechul, teman Siwon yang juga dekat dengan adik bungsu Siwon, Sulli. Karena itu setiap kali datang ke rumah Siwon, ia selalu membawakan pakaian buatan ibunya, yang merupakan designer terkenal di Korea untuk Sulli. Kadang-kadang untuk Siwon, Sooyoung, dan Minho juga.

Siwon hanya mengangkat bahu, malas juga membahas hal yang menurutnya tidak penting seperti ini.

“Ngomong-ngomong, di mana Donghae?” Jongwoon yang sedari tadi hanya diam kini buka mulut menanyakan keberadaan satu orang lagi yang seharusnya telah ada di sini bersama-sama dengan mereka.

“Paling-paling sedang bermain-main bersama wantia kesayangannya.”

Siwon terdiam mendengar ucapan Heechul. Rahangnya mengeras.

Sudah berapa lama aku terlambat?

Semua mendongak ketika ternyata orang yang sedang dibicarakan muncul di sana. Dan dia tidak sendiri rupanya, seorang wanita cantik berdiri di belakangnya.

“Lama sekali, kau tahu!” Eunhyuk yang paling protes dengan semua ini. Dia memang sedikit tidak sabaran.

Donghae menghampiri kursi kosong di sebelah Eunhyuk, namun ia tidak langusung duduk. Ia terlebih dulu menggeser kursi di sebelah kursi kosong itu, tepatnya kursi di sebelah Heechul dan tersenyum pada wanita di belakangnya. “Please, Princess.”

“Tidak masalah kan kalau Jessica ikut bergabung di sini?” tanya Donghae kemudian kepada teman-temannya.

“Maaf lagi-lagi aku mengganggu,” Suara merdu wanita tersebut terdengar. Ia memperlihatkan sederet gigi rapinya kepada Eunhyuk, Yesung, dan Heechul yang dibalas dengan senyuman mereka. Sedangkan Siwon, dia hanya bisa memperhatikan Jessica dari sudut matanya.

“Annyeong, Siwonnie,” kata Jessica saat melihat Siwon. Ada sesuatu yang berbeda dari tatapan itu, tapi yang lain tidak menyadarinya karena sudah larut dalam pembicaraan yang lain.

Siwon hanya tersenyum kaku. Tak ada yang bisa ia lakukan selain itu. Jantungnya mulai berdegup tidak normal, lebih cepat dari biasanya.

Ternyata benar, Siwon benar-benar belum bisa melupakan perasaannya terhadap Jessica.

Egois memang. Bukankah penyebab Jessica yang dicintainya lebih memilih Donghae adalah karena kebodohannya?

Dan yang terpenting, bukankah sekarang Jessica benar-benar terlihatbahagia bersama Donghae?

Entahlah. Yang jelas rasanya sakit.

~^^~

Musik yang keras mengentak-entakkan gendang telinga Sooyoung. Tapi ia sudah hampir terbiasa dengan ini. Bukankah suasana kelab memang selalu ramai?

Pergi ke kelab memang salah satu hobinya. Tapi ia tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk di sana. Hanya sekedar melepas kepenatan bersama sahabatnya, Tiffany.

“Sooyoungie!” Tiffanny sedikit berteriak agar suaranya terdengar di sela-sela musik disco yang sedang diputar.

Sooyoung memutar badannya menghadap Tiffany.

“Aku akan turun ke bawah dengan Wooyoung. Kau mau ikut?” tanya Tiffany, tidak mengurangi frekuensi suaranya agar terdengar oleh Sooyoung.

Sooyoung menatap Tiffany sebentar dan menggeleng pelan.

“Benar? Baiklah, aku segera kembali!”

Sooyoung memperhatikan punggung Tiffany yang menuruni tangga menujudance-floor. Bukannya ia tidak mau ikut dengan Tiffany. Tapi…

Dengan siapa ia harus turun, kalaupun ia mau?

Sooyoung menghela nafasnya, mengambil gelas yang ada di depannya dan menegak isinya, lalu meletakkannya kembali dengan kasar di atas meja.

“Aww,” Sooyoung mendengar rintihan seseorang. Ternyata gelasnya tidak sengaja menekan tangan orang lain. Sooyoung membungkuk cepat pada orang tersebut. “Mianhamnida…”

“Ah, gwaenchana no–Sooyoungie?”

Sooyoung mengangkat kepalanya kaget mendengar namanya dipanggil. Siapa itu? Sooyoung melihat seorang pria di depannya. Dia memang terlihat familiar, tapi entahlah…

“Kau Sooyoung kan? Choi Sooyoung? Ingat padaku?” tanya pria itu lagi sementara Sooyoung terus memutar otaknya, mengingat-ingat siapa pria di depannya ini. Ingatannya memang kurang begitu bagus.

“Eh…Emm–maaf?” Sooyoung memperlihatkan wajah bingung bercampur rasa bersalahnya karena gagal mencari jawaban dalam otaknya, tapi ia tidak berhenti mencari.

Pria itu hanya tertawa melihat wajah Sooyoung. “‘Jageun’. Kau ingat itu? Dulu kau sering sekali menyebutku seperti itu.”

“Ah, kau…” Sooyung sepertinya menemukan sesuatu dari peta memorinya yang luas.

Lagi-lagi dia hanya tersenyum. “Benar, aku Shim Changmin si ‘Jageun’ itu.”

Sooyoung terkejut. Pantas saja wajahnya familiar. Tapi apa benar dia Shim Changmin, teman kecilnya yang dulu sering ia ejek ‘Jageun’ karena badannya yang pendek itu? Sekarang dia terlihat sangat…berbeda.

“Kau? Shim Changmin? Wah, kau benar-benar sudah berubah. Aku sampai tidak mengenalimu tadi.”

Changmin lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Sooyoung. “Sedangkan kau tidak berubah, setidaknya di mataku. Kecuali satu hal. Dulu kau tidak pernah menyebut namaku dengan benar, selalu menggantinya dengan ejekan itu.”

Sooyoung tersenyum. Apa harus dia memanggil Changmin dengan panggilan itu lagi? Sepertinya nama itu sudah tidak cocok dengan Shim Changmin yang sekarang.

“Ngomong-ngomong, kau hanya sendiri di sini?” tanya Sooyoung, membuka pembicaraan baru. Entahlah, mengobrol dengan Changmin tidak membuatnya merasa canggung atau semacamnya–yang biasa terjadi pada orang yang sudah lama tidak bertemu. Malah ia merasa sangat akrab.

“Pemilik bar ini adalah temanku dan ia mengundangku ke sini. Aku tidak enak mengganggunya yang sepertinya masih sibuk dengan urusannya. Kau bagaimana?”

“Aku datang bersama teman,” kata Sooyoung sambil menunjuk kerumunan orang-orang yang berada di dancefloor. Changmin mengangguk mengerti lalu menatap Sooyoung sebentar.

“Eh, Sooyoungie…Kalau begitu mau ikut turun ke bawah bersamaku?” tanya Changmin sambil tersenyum kaku. Nada suaranya berubah sedikit lebih rendah. Sooyoung tertawa dalam hati. Changmin memang telah berubah. Bukan seorang anak laki-laki yang dulu lagi, tapi sekarang adalah pria dewasa yang mengajak Sooyoung untuk mendampinginya di lantai dansa.

“Tentu,” kata Sooyoung sambil menerima uluran tangan Changmin yang mengulur padanya.

Dan saat Sooyoung berdiri di samping Changmin, saat itulah Sooyoung benar-benar sadar kalau ‘Jageun’ memang bukan lagi panggilan yang tepat untuk seorang Shim Changmin.

~^^~

Minho mengentukkan jari-jarinya, membuatnya beradu dengan setir mobilnya sesuai dengan irama musik RnB yang mengalun dari audio tape mobil Renault Laguna-nya. Sesekali ia melihat pada kaca spion, memperhatikan satu per satu kerumunan anak sekolah yang mulai memenuhi lapangan parkir.

Dimana Sulli?

Jam pulang sekolah seharusnya sudah berbunyi 10 menit yang lalu, dan ia sudah berjanji untuk menjemput adik satu-satunya itu untuk makan siang bersamanya. Tapi sampai sekarang Sulli yang ia cari belum juga tampak batang hidungnya.

Minho mendengus sedikit kesal. Bukankah Sulli yang memintanya datang tidak terlambat? Dan sekarang, siapa yang terlambat?

Minho menyenderkan kepalanya  pada jok mobil dan memejamkan matanya. Menunggu memang hal yang paling membosankan, dan itu membuatnya mengantuk.

Dan ia yakin ia sudah tertidur  bila tidak mendengar ketukan pelan di jendela mobilnya. Seorang gadis sudah ada di sana dengan senyuman manisnya. Minho mengerjapkan matanya beberapa kali lalu membuka pintu mobilnya yang dipasang secara central-lock.

“Annyeong, oppa!” seru Sulli saat melompat masuk ke dalam mobil. Ia memperbaiki rok seragamnya saat duduk di jok mobil Minho yang empuk.

Minho diam, menunggu adiknya mengatakan sesuatu yang ditunggunya.

“Oppa, mengapa diam? Ayo nyalakan mesinnya! Aku benar-benar sudah lapar,” Sulli menatap Minho dengan tatapan polosnya.

Minho menarik nafas. “Kau ini benar-benar tidak punya rasa menyesal ya…”

Sulli berpikir sebentar lalu tertawa. “Iya-iya, maaf aku terlambat. Tadi aku dan Krystal ada sedikit urusan.”

“Ya, dan kau yang kemarin sibuk memintaku untuk tidak terlambat.”

Sulli meringis mendengar tanggapan Minho. “Baiklah, hari ini aku yang traktir.”

Deal!” seru Minho sambil tersenyum puas dan menyalakan mesin mobilnya.

~^^~

Sulli dan Minho memilih tempat duduk langganan mereka setelah mereka memesan makanan di restoran cepat saji yang elit. Restoran tersebut cukup ramai, karena memang ini adalah jam makan siang.

“Jadi oppa, aku dan Krystal akan berduet di malam pagelaran seni nanti,” Sulli memulai pembicaraan sambil mengunyah cheese burger pesanannya.

“Krystal? Bukankah biasanya kau bersama Luna?” tanya Minho keheranan. Biasanya adiknya akan cerita soal apa saja padanya, tapi nama Krystal terasa asing bagi Minho.

“Luna sudah berjanji akan menyanyikan lagu solo hasil aransemen Jonghyun oppa-nya itu. Dan Krystal itu adalah anggota baru klub musik yang suaranya tak kalah bagus dengan Luna,” jelas Sulli panjang lebar.

“Jonghyun? Tidak berubah sejak SMA, selalu mengutak-atik not-not balok yang memusingkan itu.”

Rindu juga dia dengan sahabatnya itu. Sudah lama ia tidak bertemu Jonghyun karena mereka berbeda fakultas.

“Dan itu adalah bagian yang paling disukai Luna darinya,” Sulli menanggapi.

Mereka berdua hanyut dalam makanan mereka masing-masing sambil sesekali mengobrol ringan tentang apa saja.

Tapi tiba-tiba sesuatu menarik perhatian Minho. Matanya membesar melihat seseorang yang ia kenal sedang memasuki restoran.

Seorang wanita cantik yang sesekali pernah datang ke rumahnya, yang tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih Hyung-nya.

“Jessica noona?!” Minho tak sadar menyebut nama Jessica. Tidak terlalu keras memang, tapi membuat Sulli ikut menengok ke arah Minho sekarang menatap.

Senyum lebar Sulli mengembang. “Krystal?”

~^^~

Hehehehe =) /mukatanpadosa

Updatenya super duper lama >,< sorryyyyy ~

Ceritanya geje pula. Saya pas bikin part ini mentok terus idenya makanya jadi lama /curhat. Jadi sekali lagi maap yaa ~ ^^

Oh ya, ff yang lain menyusul yaaa ~ secepat yang saya bisa =)))) termasuk part selanjutnya buat ff ini juga hehehehee.

Seperti biasa, feedback yaaaa! ^^

Advertisements

20 responses »

    • hehehe =) gatau uy soo sama siapa ya? /plakkk
      he eh, jadi jess itu mantannya siwon ceritanya..aduh maap kurang jelas ya -_____-
      iya, diusahakan ~ ^^
      makasih udah baca n komen hehehe =)

    • hehehehee =) iya kelamaan ya aku? mian..udah sibuk sekolah sih..hehehee =)
      hmm, sebenernya aku juga bingung soo sama siapa ya? hehehe /lhooo
      kayaknya lebih banyak kyuyoung shipper disini, aku jadi mikir2 lagi hehehe…
      sipp, aku usahain ya ^^
      gomawo udah baca n komen.

  1. Wihiyy~~update!!:-D
    hmm ternyata Sica mantanan sama Siwon, hmmpfh cinta Sica buat Hae seorang /plakplak

    Udahlah Wonpa sama Tiffany aja, nganggur kalee wkwkwk
    Kenapa kok kayaknya si Minho kagetan bangetan yak waktu ketemu Krystal? O.o

    Ayoo ayo part 3-nya! Eh yang neighbourhood sama you -nya juga ya 😉

    • Hahahaaa ~
      Tenang tenang, semua sudah diatur hahahaa ~ /yahbocor /plakkk
      Huah, sip sip..jadi merasa bersalah punya banyak utang LOL secepatnya deh aku update ya =)))))
      Thx carrie udah baca sama komen juga ~ ^^

    • hehehe =)
      iya nih haesica lagi tcktck..
      jujur, dari semua ff yang aku bayangin yang pasti muncul ya pair yang satu ini hahahaa..
      walaupun disini mereka bukan yang utama sihhh…LOL
      tapi mereka masih ada sesuatu kok disini hahaha /bocor
      makasih udah baca n komen yaaa ~ ^^

  2. Wah…!!!! Keren, keren….!!!
    Aq suka ff ini…!! part 3-nya kpan ya???
    Kyaknya ada MinStal niih…. Smoga ajha Tiffany sama SiWon*udah baca part 1*
    Heheh…!!!
    Hmm aq juga suka SooYoung sama ChaMin..!!
    Sulli??
    Sulli sama Taem ajha iia author *banyak cincong aq*

  3. anyeong… part 3 dimana yak? *clingakclinguk*.. dilanjut dong jebal.. susah nyarinya lho ff choi sibling ini.
    yeye.. minstal here. changsoo, sifany, and sulli?? dilanjut pleasee.. aku yakin ff ini udah selesai tp males ngepost deh. hoho. fighting aja deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s