Neighbourhood [Sidestory]

One of Icefishy’s stupid love story

Starring :

Jessica (SNSD) – Donghae (Super Junior)

Seoul–Musim gugur

Jam dinding sepertinya berdetak seratus kali lebih lambat. Jarum panjang dan pendek itu memang hampir menunjukkan pukul 15.00. Tinggal sekitar dua menit lagi, tapi entah mengapa itu terasa bagai satu abad bagi semua murid di kelas. Termasuk Jessica.

Kim Songsaengnim sepertinya belum mau menghentikan penjelasannya mengenai Hukum Newton sebelum bel pulang sekolah yang memaksanya berhenti. Dan saat itu berbunyi, Kim Songsaengnim menekuk wajahnya kecewa. Kontras sekali dengan wajah semua anak yang malah terlihat girang.

“Baiklah, kita lanjutkan minggu depan.” Kata-kata terakhirnya sebelum keluar kelas yang bahkan tidak dipedulikan Jessica. Cukup sudah hari ini.

Jessica membereskan buku-bukunya dan segera bergegas. Wajah muramnya mendadak berubah cerah melihat seseorang di depan kelas sedang menunggunya.

Orang tersebut melambaikan tangannya sambil tersenyum hangat. “Annyeong!”

Spontan senyum Jessica mengembang. Ia mempercepat langkahnya dan menerima uluran tangan pria di hadapannya.

Lee Donghae–sudah jalan dua tahun Jessica berhubungan dengannya. Dan Jessica benar-benar menikmatinya. Setiap hari mereka selalu pergi dan pulang sekolah bersama. Rumah mereka memang bersebelahan sehingga itu tidak merepotkan mereka.

Hubungan mereka memang tidak semulus yang dibayangkan. Tidak jarang mereka bertengkar, adu mulut, bahkan pernah hampir putus. Tapi Jessica sangat bersyukur ia dan Donghae dapat melewatinya dan tetap bertahan sampai saat ini.

“Ayo!” Donghae menarik tangan Jessica yang hanya menurut dan mengikutinya dari belakang setelah sebelumnya melambai singkat pada Yoona.

~^^~

“Ya! Mengapa kau membawaku ke sini?” tanya Jessica ketika mereka sampai di sebuah taman dekat rumah mereka. Biasanya mereka tidak melalui jalan ini saat pulang. Tapi entah mengapa kali ini Donghae menuntun Jessica hingga tiba di sini.

Daun-daun terlihat berserakan di tanah. Tentu, ini sudah masuk musim gugur. Tidak ada daun-daun hijau yang menghiasi pohon, yang ada adalah daun yang sudah mulai kecoklatan yang menjadi alas mereka berpijak. Tapi itu justru membuat pemandangan menjadi indah. Entahlah, Jessica menyukainya.

Mereka berhenti di sebuah pohon besar yang sama seperti pohon-pohon lain–hanya ada beberapa daun masih bertengger di ranting-rantingnya.

“Kau ingat sesuatu tentang pohon ini?” tanya Donghae tiba-tiba. Perkataannya membuat Jessica memutar kembali memori-memori di pikirannya. Benar, pohon ini menyimpan banyak kenangan, teruatama kenangan tentang masa kecil mereka. Saat mereka masih menjadi ‘sahabat’ tentunya.

~^^~

“Kau tahu kan, apa jadinya kalau kau berani melawanku?!”

Suara besar itu menarik perhatian Jessica dan membuatnya mencari sumber keributan.

Oh, rupanya segerombol anak nakal yang tinggal tidak jauh dari sini. Jessica sudah bisa mengenali mereka meskipun ia baru sampai beberapa minggu yang lalu. Bagaimana tidak jika apa yang mereka lakukan selalu membuat onar.

Seseorang tak luput dari pandangannya, anak laki-laki itu–yang tubuhnya kecil dan wajahnya sedikit kotor terkena tanah. Sepertinya anak itu hampir menangis. Dinganggu rupanya.

“Ayo, berikan mainan itu!” seru seseorang dari kerumunan itu. Si bocah mengeratkan cengkramannya pada mainan di tangannya, namun seluruh tubuhnya bergetar. Terlihat jelas kalau ia takut.

Dan seorang yang lain langsung mendorongnya sampai jatuh ke tanah. Mulailah terdengar tangis anak laki-laki tersebut. Benar-benar terlihat tidak berdaya. Jessica sungguh tidak tega melihatnya.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk maju. “Apa yang kalian lakukan?”

Semuanya mendongak padanya, tak terkecuali si ‘anak teraniaya’. Berbagai ekspresi tergambar dari mereka semua, tapi yang jelas mereka semua terkejut karena kehadiran Jessica yang tiba-tiba di sana.

Salah satu dari antara mereka–yang paling besar dan sepertinya ketua mereka langsung menatap sangar Jessica. “Siapa kau? Berani juga dengan kami?” katanya tidak ramah.

Jessica mundur selangkah, mulai ciut rupanya. Tapi ia mengingat ada sesuatu di tangannya. Ia mengeratkan cengkramannya, lalu dengan berani menodongkannya tepat di depan wajah si anak besar tadi. Pistol air.

“Rasakan ini!” seru Jessica sambil menarik pelatuk pistol airnya. Splash! Semburan airnya tentu membuat si wajah si anak besar basah kuyup. Mungkin niatnya melawan, tapi semburan air yang diterimanya tidak berhenti juga, dan membuatnya susah bernafas. Dalam hati, Jessica bersyukur sekali sebelum ini mengisi penuh pistol airnya. Ternyata berguna juga.

“Awas, lihat saja nanti!” kata anak itu sebelum pergi, diikuti oleh anak-anak yang lain. Jessica menarik nafasnya lega. Huff, untung saja.

Tinggalah dia–anak yang tadi diganggu oleh mereka. Jessica mendekatinya.

“Gwaechanayo?” tanyanya. Anak kecil itu tersedu kecil. Masih ada sisa-sisa air mata di pipinya yang kemerahan. Lalu ia mengangguk cepat menjawab pertanyaan Jessica.

“Ah,” kata Jessica sambil menyodorkan tangannya. “Jung Sooyeon imnida,” kata Jessica sambil tersenyum lebar. Ia senang punya teman baru, karena sejak ia pindah dari Amerika seminggu yang lalu, ia belum punya teman sama sekali.

Anak itu tertegun sejenak lalu bola matanya turun menatap tangan Jessica yang terulur. “L-Lee Donghae imnida.”

“Ah, benar. Panggil aku Jessica, karena itulah nama yang biasa digunakan untuk memanggilku di tempat tinggalku dulu.”

Donghae–anak kecil itu mengangguk lagi. Sama sekali sudah tidak menangis, tapi mata dan hidungnya masih terlihat merah muda.

“Dan satu lagi. Kalau kau masih juga dinganggu oleh anak-anak barusan, bilang padaku dan aku akan memukul mereka seperti–“

Belum sempat Jesica selesai bicara, sesuatu yang tidak diduganya terjadi. Anak itu menangis lagi dengan lebih kencang.

Aneh, apa ada yang salah dengan perkataannya tadi?

~^^~

“Pabo-ya!” seru Jessica yang tidak bisa menghentikan tawanya, bahkan air mata sudah mulai keluar dari pelupuk matanya.

Donghae menekuk wajahnya. “Kenapa ingat bagian itu? Bukankah pohon ini juga menyimpan kenangan kita yang lain yang jauh lebih bagus? Saat dulu kau jatuh karena mencoba memanjat, contohnya.”

Tawa Jessica berhenti. Giliran ia yang memasang wajah tidak suka. “Itu sama sekali tidak bagus. Aku tidak mau mengingat-ingat bagaimana rasanya tulang lenganku patah.”

Donghae tertawa lalu mengacak rambut Jessica pelan. “Mianhae, bukan itu maksudku.”

“Tapi sungguh Donghae-ya, kau dulu adalah anak kecil yang benar-benar cengeng. Bahkan saat kejadian itu pun kau menangis. Padahal aku yang jatuh bukan kau, dan tulangku yang patah, bukan tulangmu,” Jessica terkikik pelan.

Donghae tersenyum samar, lalu menengadahkan kepalanya melihat ranting-ranting pohon di atasnya. “Kau tahu kenapa aku menangis saat kau berjanji akan memukul anak-anak nakal itu?”

Jessica menatap Donghae heran. “Kenapa memangnya?”

“Karena aku benar-benar merasa malu pada orang yang kusukai. Aku tidak mau ia yang melindungiku, tapi saat itu aku juga belum merasa mampu untuk melindungi dia.”

Jessica terdiam sebentar. “Apa?”

“Dan apa kau tahu alasanku menangis saat kau jatuh dan tulangmu patah?” tanya Donghae lagi. Lagi-lagi ia tersenyum tipis saat menanyakannya.

Jessica hanya diam, menunggu Donghae melanjutkan perkataanya.

“Sepertinya kau benar-benar tidak tahu bagaimana takutnya aku saat itu. Aku sungguh merasa gagal melindungimu. Aku merasa tidak berguna. Dan bodohnya lagi, aku hanya bisa menangis dan menangis, tapi tidak pernah bisa menyampaikan perasaan ini padamu.”

Jessica tersenyum sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah yang dikatakan Donghae itu benar? Tapi nada bicara Donghae terdengar sungguh-sungguh, dan itu membuat Jessica senang.

“Aduh!” Tiba-tiba mata Jessica terasa perih. Sepertinya angin musim gugur membuat debu-debu masuk ke dalam matanya. “Mataku sakit!” rengeknya.

Sedetik kemudian ia merasakan lengan jemari Donghae yang memegang pipinya lembut. Nafas Donghae terasa menyentuh wajah Jessica. Rupanya Donghae sedang meniupi matanya.

“Bagaimana? Sudah baikan?” tanya Donghae lembut. Ada secercah nada kekhawatiran di sana.

Jessica mencoba membuka matanya perlahan dan mengangguk senang. Sekarang ia benar-benar bisa melihat tanpa gangguan wajah pria di hadapannya–yang dicintainya. Oh, bagaimana bisa Donghae terlihat begitu tampan sekarang?

Ia merasakan wajah Donghae yang pelan-pelan mendekat, dan itu membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Berbagai pikiran muncul dalam benaknya.

Apa yang akan dilakukan Donghae? Apakah ia–

Mendadak Jessica tidak bisa berpikir apa-apa lagi karena sesuatu yang lembut menyapu bibirnya–bibir Donghae…

~^^~

Jessica menelan ludahnya. Perasaannya sungguh campur aduk. Ia sangat penasaran dengan kelanjutan ciumannya tadi, kalau saja tidak ada kucing yang lewat di antara mereka.

Tapi sungguh, ia sangat tidak menyangka Donghae akan melakukannya. Dan ia merasa benar-benar senang. Setidaknya ini menjadi yang pertama bagi Jessica–dan juga Donghae. Dan ia berharap ia akan melakukan yang terakhir dengan orang yang sama.

“Pokoknya bagaimanapun kau harus ingat,” Donghae mulai berbicara lagi, sejak beberapa saat tadi mereka saling diam. Mungkin mereka sama-sama merasa canggung.

“Kalau mulai sekarang aku yang akan melindungimu supaya kau tidak ‘terjatuh’ lagi. Dan kalau kau sudah terlanjur ‘jatuh’, aku yang akan membuatmu berdiri lagi. Kau benar-benar harus mengingatnya, Jung Sooyeon!”

Jessica tertawa kecil. “Aku akan mengingatnya. Bahkan jika kau yang lupa, aku yang akan mengingatkanmu, Lee Donghae!” seru Jessica. Mereka berdua pun tertawa.

“Ayo pulang!” kata Donghae sambil menyodorkan tangannya yang sedetik kemudian disambut semangat oleh Jessica.

~^^~

Alohaaaa ~ ^^

hueee, udah berapa lama ga ngepost? ya ampun miannn ~

rasanya blog ini makin ga keurus yah sama saya? hehehehe…maklum kemaren2 ide mandek.

Gara2 barusan beres nonton IRIS *kemanajelo?* aku jadi tiap hari kerjaannya ngestalk IRIS melulu hahaha ~ maaf maaf…

dan saya ngepost lagi ff geje kali ini, sidestory dari cerita yang udah saya buat sebelumnya. pendek memang karena saya tidak berniat membuat yang panjang hehehe :p

maaf kalo garing. aku udah lama ga nulis jadi aneh. T____T

berharap bisa bikin yang yoonbum juga, tapi ntar deh kalo ada ide ya teman2 ^^

buat ff yang lain, hmm…masih di draft *nyumput*

dan mungkin akan aku beresin semua, kalo bisa sebelum aku masuk kuliah yaa ~

plus plus plus gara2 nonton IRIS kemaren aku jadi kepikiran bikin ff tema action gitu hahahaha ~ semoga bisa deh ntar ^^

udah ah daripada ngebacot mulu saya nya, semoga kalian suka yah cingu-deul hehehehe.

dan walaupun geje, tapi saya sangat berharap dapet komen dari kalian. yah seengganya kalaupun emang ga puas, saya bisa tau sejauh mana kalian ga puasnya hehehe :p

kamsahamnidaaaa ~ ^^

Advertisements

6 responses »

  1. uhhhhhhhh, uri fishy cry babyyyy hahaha.
    ngga lepas ya kalau donghae pasti selalu cengeng di awal kikik
    dan berarti itu artinya Donghae suka sama Jessie pada pandangan pertama toh? kiwwwwwwwwwwwww hahaha

    ditunggu ya kak karya berikutnya 😉

    • hahahaha. yepp, dia si cengeng! LOL
      yapp, kan sica udah jadi wonderwoman gitu buat fishy hehehehe…

      oke, thanks a lot yaaaaa ~ ^^ maap suka lama ngepost hehehehehe

      • hahaha supergirlnya Donghae :p
        hahaha
        sama-sama kak, 🙂 hihihi kita kan sama-sama lama ngepost kak hihihi

  2. Anyeong chingu… Aq reader baru disini.. Ommo, ni ff ceritanya menarik bgt, disini haesica sweet gitu deh… Keke, Hmm.. buat cerita yoonbum jg dong… Oyah, salam kenal ya.

    • annyeong ^^
      selamat datang hehehehe 🙂
      thankyou ya udah bersedia baca dan komen…
      wah, suka yoonbum juga? hihiwww, ada temennn ~ horeee ^^
      siappp! yoonbum is coming soon! hehehehe…

  3. dari part 1 sampe sidestory nya bener bener seruuuuu
    suka bangetttt simple tapi bener bener romamtis kerennnnn
    bikin mereka udah nikah hwhwhw
    kerennnnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s